Pengaruh Konsentrasi Bap Pada Perkecambahan Biji Pamelo Asal Aceh Secara In-Vitro

Ira Handayani, Laila Nazirah, Ismadi Ismadi, Muhammad Rusdi, Rd. Selvy Handayani

Sari


Pamelo (Citrus  maxima  (Burm.)  Merr.) besar merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang mendapat perhatian dari pemerintah untuk dikembangkan dan ditingkatkan produksinya karena memiliki prospek pemasaran yang baik. Permasalahan utama pengembangan tanaman pamelo Aceh adalah ketersediaan biji yang sangat sedikit atau bahkan sering dijumpai tanpa biji dan juga bijinya sulit sekali dikecambahkan dikecambahkan secara konvensional. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan secara in vitro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh BAP terhadap keberhasilan perkecambahan biji pamelo lokal Aceh secara in vitro. Penelitian  dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh pada bulan Desember 2018 sampai dengan Februari 2019. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Perlakukuannya adalah konsentrasi BAP yaitu 0 dan 2 mg/L dengan 30 ulangan, sehingga didapat 60 satuan percobaan. Pada percobaan ini setiap eksplan ditanam pada botol kultur dengan jumlah 2 eksplan per botol. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis ragam. Jika hasil uji F menunjukkan adanya pengaruh yang nyata antar perlakuan, maka analisis dilanjutkan dengan Uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BAP dapat mempengaruhi pertumbuhan eksplan biji pamelo secara in vitro.  Pemberian BAP 2 mg/L pada awal menyebabkan biji lebih lambat membentuk tunas dan akar, namun pada akhir pengamatan didapatkan biji menghasilkan tunas dan daun yang lebih banyak.


Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Agisimanto D, Sutarto I, Supriyanto A. 2005. Induksi embriogenesis somatik jeruk siam Pontianak (Citrus suhuiensis L.) dan manis pacitan (Citrus sinensis L. Osbeck) dari biji abortus dan normal. Prosiding Seminar Nasional Jeruk Tropika Indonesia 2005: 122-130.

Agustina M, Maisura, Handayani RS. 2020. The Effect of Different Seed Cutting Treatments and Concentrations of BAP for the Successful In Vitro Micrografting of Mangosteen (Garcinia mangostana L.). Journal of Tropical Horticulture Vol. 3 (1) : 38-42.

Almeida RPP, Nasciemento FE, Chau J, Prado SS, Tsai CW, Lopes. 2008, Genetic Structure and Biology of Xylella fastidiosa Strain Causing Disease in Citrus and Coffe in Brazil, Appl Environ Microbiol 74(12):3690-3701

Fatonah S, Lestari W, Isda MN, Purba L. 2018. In vitro shoot regeneration of Citrus nobilis Lour. from intact seed and cotyledon explants. SABRAO Journal of Breeding and Genetics 50 (2) 168-179.

Fithriyandini A, Maghfoer M D, Wardiyati, T. 2015. Pengaruh Media Dasar dan 6-benzylaminopurine (BAP) Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Nodus Tangkai Bunga Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) Dalam Perbanyakan Secara in Vitro. Jurnal Produksi Tanaman. 3 (1): 43-49. doi:10.21176/protan. v3i1.167.

Handayani I, Nazirah L, Handayani RS. 2020. The Effect of BAP and IBA on In Vitro Root Cultures of Acehnese Pomelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.). Journal of Tropical Horticulture Vol. 3 (1) : 38-42

Handayani RS, Maisura, Risky DA. 2017. Pengaruh Letak Posisi Eksplan dan Sitokinin Pada Perkecambahan Biji Manggis (Garcinia mangostana L.) Lokal Aceh Secara in-Vitro. Jurnal Agrium Vol. 14(2) :1-8

Handayani RS, Poerwanto R, Sobir, Purwito A, Ermayanti TM. 2013. Pengaruh Batang Bawah dan Jenis Tunas Pada Mikrograftting Manggis (Garcinia mangostana L.) Secara In Vitro. J. Agron. Indonesia. 41 (1) : 47-53.

Rahman IH, Purwoko B S, Dewi IS. 2008. Perbanyakan Jeruk Besar Citrus maxima (Burm.) Merr. Kultivar Cikoneng dengan Eksplan Kotiledon dan Epikotil. Makalah Seminar Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB, Bogor.

Rahayu A, Susanto S, Purwanto BS, Dewi IS. 2012. Karakter Morfologi dan Kimia Kultivar Pamelo Berbiji dan Tanpa Biji. J.Agron. Indonsia 40:48-55.

Razdan, M. K. 2003. Introduction to Plant Tissue Culture. 2nd Edition. Science Publisher, Inc. 377 hal.

Romeida A. 2007. Respon berbagai tipe eksplan biji manggis (Garcinia mangostana L.) pada berbagai konsentrasi benzyl amino purin (BAP) terhadap pembentukan dan regenerasi polyembrioni secara in vitro. Jurnal Akta Agrosia. 10 (2): 162-166.

Srivastava LM. 2002. Plant Growth and Development Hormon and Envirotment.Accademic Press, London.772 p.

Susanto S. 2004, Perubahan Kwalitas Jeruk Besar ( Citrus grandis (L) osbeck) yang disimpan dan dibiarkan di pohon. Hayati 11 :25-29.

Taiz L, Zeiger E. 2002. Plant Physiology The Benyamin / Cummgs Publishing Co. Inc. New York. 672 p

Tyas KN, Susanto S, Dewi IS, Khumaida N. 2013. Konservasi Invitro Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr) Melalui Pertumbuhan Lambat. Jurnal Agronomy. 41 (1) : 32-39

Yudhanto A S, Wiendi NMA. 2015. Pengaruh Pemberian Auksin (NAA) dengan Sitokinin (BAP, Kinetin dan 2ip) terhadap Daya Proliferasi Tanaman Kantong Semar (Nepenthes mirabilis) Secara In Vitro. Bul. Agrohorti 3 (3): 276–284.

Yuniati F, Haryanti S, Prihastanti E. 2018. Pengaruh Hormon dan Ukuran Eksplan terhadap Pertumbuhan Mata Tunas Tanaman Pisang (Musa paradisiaca var. Raja Bulu) Secara In Vitro. Bul. Anatomi dan Fisiologi. 3(1): 20-28.

Wijayanto T. 2011. Produksi bibit jeruk keprok (Citrus reticulata) dan jeruk siam (Citrus sinensis) secara in-vitro yang bebas penyakit CVPD di Sulawesi Tenggara. Jurnal Agriplus Volume 21: 136-142.




DOI: https://doi.org/10.29103/agrium.v17i2.2927

Article Metrics

 Sari Views : 167 times
 PDF (English) Downloaded : 90 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##