Karakteristik nutrisi dan stabilitas pakan kombinasi ampel (ampas tahu dan pelet)

Rachmawati Rusydi, Prama Hartami, Munawwar Khalil

Abstract


Tingginya biaya produksi akibat dari mahalnya harga pakan berprotein tinggi menyebabkan eksplorasi bahan pakan alternatif yang bernutrisi, murah dan tersedia sepanjang tahun terus dilakukan. Penelusuran bahan alternatif ini juga diharapkan dapat meningkatkan kandungan protein dari pakan komersil berprotein rendah yang murah. Metode penelitian terdiri atas tahap pembuatan pakan uji, analisis proksimat, dan uji ketahanan pakan di air. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah: (A) kombinasi ampas tahu 80% + pelet 20%, (B) kombinasi ampas tahu 60% + Pelet 40%, (C) kombinasi ampas tahu 40% + pelet 60%, (D) kombinasi ampas tahu 20% + pelet 80%, (E) kontrol (penggunaan pelet 100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan ampel dengan kombinasi ampas tahu 40% + pelet 60% memiliki karakteristik nutrisi paling baik terutama protein sebesar 28,92%. Karakteristik fisik pakan terbaik melalui uji ketahanan pakan di air ditunjukkan oleh pakan pelet.

Increment of aquaculture production cost caused by expensive feed containing high protein has made exploration of feed stuffs having high nutrition, low cost, and annually available continuously to be done. Investigation of alternative stuffs was expected to increase protein content of cheap commercial feed containing low protein. The methods of this research consisted of producing experimental feed, proximate analysis, and feed stability test in the water. The treatments were (A) combination of tofu waste 80% + feed 20%, (B) combination of tofu waste 60% + feed 40%, (C) combination of tofu waste 40% + feed 60%, (D) combination of tofu waste 20% + feed 80%, (E) control (feed 100%). This research resulted the best nutrition characteristic obtained from combination of tofu waste 40% + feed 60% in which its protein was 28,92%. The best physical characteristic through feed stability test in the water was obtained from commercial feed (control).


Keywords


ampas tahu; pelet; stabilitas; nutrisi

Full Text:

PDF

References


Anggraeni, D.N., Rahmiati, 2016. Pemanfaatan ampas tahu sebagai pakan ikan lele (Clarias batrachus) organik. Biogenesis. 4(1), 53-57.

Balazs, G.H., Ross, E., Brooks, C.C., 1973. Preliminary Studies on the Preparation and Feeding of Crustacean Diets. Aquaculture. 8, 755 – 766.

Boer, I., 2009. Buku Ajar: Ilmu Nutrisi dan Pakan Hewan Air. Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Riau, Pekanbaru.

Boer, I., Adelina, Pamukas, N. A., 2012. Pemanfaatan fermentasi ampas tahu dalam pakan ikan untuk pertumbuhan ikan gurami (Osphronemus gouramy LAC). Prosiding Seminar Antarabangsa Ke 2 Ekologi, Habitat Manusia & Perubahan Persekitaran, Hal 53.

Dani, N.P., Budharjo, A., Listyawati, S., 2005. Komposisi pakan buatan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kandungan protein ikan tawes (Puntius javanicus Blkr.). Biosmart. 7(2), 83-90.

Hachinohe, M., Kimura, K., Kubo, Y., Tanji, K., Hamamatsu, S., Hagiwara, S., Nei, D., Kameya, H., Nakagawa, R., Matsukura, U., Todoriki, S., and Kawamoto, S., 2013. Distribution of radioactive cesium (134Cs Plus 137Cs) in a contaminated Japanese soybean cultivar during the preparation of tofu, natto, and nimame (boiled soybean). Journal of Food Protection. 76 (6), pp 1021–1026.

Hernaman, I., Hidayat, R., Mansyur, 2005. Pengaruh penggunaan molases dalam pembuatan silase campuran ampas tahu dan pucuk tebu kering terhadap nilai pH dan komposisi zat-zat makanannya. Jurnal Ilmu Ternak. 5 (2), 94-99.

Islamiyati, R., Jamila, Hidayat, A.R., 2010. Nilai nutrisi ampas tahu yang difermentasi dengan berbagai level ragi tempe. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 815-818.

Melati, I., Azwar, Z. I., dan Kurniasih, T., 2010. Pemanfaatan ampas tahu terfermentasi sebagai substitusi tepung kedelai dalam formulasi pakan ikan patin. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akakukultur, 713 – 719.

Nasution, E. Z., 2006. Studi pembuatan pakan ikan dari campuran ampas tahu, ampas ikan, darah sapi potong, dan daun keladi yang disesuaikan dengan standar mutu pakan ikan. Jurnal Sains Kimia. 10 (1), 40–45.

Piedad-Pascual, F., 1996. Farm-made feeds: preparation, management, problems, and recommendations, pp. 44-51. In: Santiago CB, Coloso RM, Millamena OM, Borlongan IG (eds) Feeds for Small-Scale Aquaculture. Proceedings of the National Seminar-Workshop on Fish Nutrition and Feeds.SEAFDEC Aquaculture Department, Iloilo, Philippines.

Rahmi, E., Nurhadi, Abizar, 2013. Pengaruh Pakan dari Ampas Tahu yang Difermentasi dengan Em4 terhadap Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio L.). Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat, Sumatera Barat.

Romadhon, I. K., Komar, N., Yulianingsih, R., 2013. Desain optimal pengolahan sludge padat biogas sebagai bahan baku pelet pakan ikan lele. Jurnal Bioproses Komoditas Tropis. 1 (1).

Saade, E., Aslamyah, S., 2009. Uji fisik dan kimiawi pakan buatan untuk udang windu (Penaeus monodon Fab) yang menggunakan berbagai jenis rumput laut sebagai bahan perekat. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan. 19(2), 107 – 115.

Wahyuni, S., 2003. Karakteristik Nutrisi Ampas Tahu yang Dikeringkan Sebagai Pakan Domba. Tesis. Program Studi Magister Ilmu Ternak, Universitas Diponegoro: Semarang.

Zaenuri, R., Suharto, B., Haji, A.T.S., 2014. Kualitas pakan ikan berbentuk pelet dari limbah pertanian. Jurnal Sumberdaya Alam & Lingkungan, 31-36.

Wargasasmita, S., Wardhana, W., 2002. Pemanfaatan limbah dan hama pertanian sebagai bahan pakan ikan nila gift (Oreochromis niloticus). Sains Indonesia. 7 (2), 51 – 55.




DOI: https://doi.org/10.29103/aa.v4i1.316

Article Metrics

 Abstract Views : 1399 times
 PDF Downloaded : 215 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Copyright (c) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal   

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.