Penggunaan dedak yang difermentasi dengan bahan yang berbeda sebagai pakan tambahan ikan patin (Pangasius pangasius)

Ira Diana, Erniati Erniati

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai bahan untuk fermentasi dedak (ampas tahu, ampas kelapa dan ragi) terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan patin (Pangasius pangasius). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Mei – 09 Juni 2014  yang berlokasi di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Budidaya Perairan Program Studi Budidaya Perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dedak yang difermentasi dengan bahan yang berbeda (ampas tahu, ampas kelapa dan ragi) sebagai pakan tambahan berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan patin. Pertambahan panjang dan bobot tertinggi pada perlakuan B yaitu pemberian pakan pelet dan pakan dedak halus yang difermentasikan dengan ampas tahu dengan nilai rata-rata 0,525 cm dan 0,657 gram. Kelangsungan hidup 100% dan konversi pakan yang terbaik terdapat pada perlakuan B yaitu sebesar 4,333 gram. Parameter kualitas air berada pada kisaran yang baik untuk pertumbuhan benih ikan patin. Analisis statistik dengan uji F di peroleh bahwa penggunaan dedak yang difermentasikan dengan bahan yang berbeda sebagai pakan tambahan tidak berbeda nyata terhadap kelangsungan hidup benih ikan patin (Pangasius pangasius) dengan nilai Fhitung ( 0 ) <  Ftabel (7,59) dan berbeda sangat nyata terhadap pertambahan panjang tubuh benih ikan patin (Pangasius pangasius) dengan nilai Fhitung (147) > Ftabel (7,59) serta berbeda sangat nyata terhadap pertambahan bobot dengan nilai Fhitung (56,500) > Ftabel (7,59)  Selanjutnya berbeda sangat nyata terhadap konversi pakan dengan nilai Fhitung (15,081)  > Ftabel (5,99).

The aims of this study is to determine the effect of the application of various materials for fermented bran (pulp, coconut pulp and yeast) on the growth rate and survival of catfish (Pangasius pangasius). This study was conducted on 10 May, 10 to June, 9 2014 at the Laboratory of Hatchery and Aquaculture Technology, Malikussaleh University. The results showed that the application of the fermented bran with different materials (pulp, coconut pulp and yeast) as an additional food was affected the growth of catfish. The highest length and weight was found in the treatment numbers B that was applying  pellets and feed fine bran fermented with the pulp out with the average value  0.525 cm and 0.657 grams. Meanwhile, 100% survival and the best feed conversion contained found in the treatment numbers B which was equal to 4.333 grams. Water quality parameters were within the optimum range for the catfish growth. Statistical analysis by F test  resulted  that the application  of fermented bran with different materials as an feed supplement was not significantly different to the survival of the catfish (Pangasius pangasius) fingerling with the value of F (0) <F table (7.59). The Highly significant to the length of the catfish (Pangasius pangasius) fingerling also found with the value of F (147)> F (7,59) as well as the highly significant to the weight with the value of F (56,500)> F (7,59). Furthermore, highly significant on feed conversion between treatments with the value of F (15,081)> F (5.99).


Keywords


Pertumbuhan; Kelangsungan hidup; Konversi pakan; Ikan Patin

Full Text:

PDF

References


Amri, Khairuman, 2008. Morfologi dan Habitat Ikan Patin (Pangasius pangasius). Jilid III dan IV. Bina Cipta. Bandung.

Balitnak, 2010. Pembuatan Silase Dedak Padi. Unit Komersialisasi Balai Penelitian Ternak.

Dahlar dan Lovell, 1995. Tex Book of Culture. Breeding and Cultivated of Fish 2 ed Fishing. London 436 hal.

Djariah, 2001. Jurnal pengelolaan kualitas air pada pendederan ikan patin (Pangasius pangasius). Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Djarijah, A. S., 1995. Pakan Ikan Alami. Kanisius. Yogyakarta.

Effendie, M.I., 1979. Metode Biologi Perikanan. Yayasan Dwi Sri. Bogor.

Effendie, M. I., 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta.

Ekarista, A., 2009. Pengaruh Konsentrasi Pakan Ampas Tahu dan Ampas kelapa Terhadap Pertumbuhan PopulasI Daphnia sp. http://digilib.unitomo.ac.id/gdl.php?. (Akses 27 Januari 2010).

Fujaya, Y., 2004. Fisiologi Ikan. PT Rineka Cipta. Jakarta.

Gunawan, C., 1975. Percobaan Membuat Inokulum Untuk Tempe dan Oncom. Makalah Ceramah Ilmiah LKN. LIPI Bandung.

Halver, J.E., 1988. Fish Nutrition Academic Press. INC. London. 789.pp

Lagler, K. F., J. E. Bardach, R. H. Miller and D,. R. M. Passino., 1977. Ichthyology. John Wiley & Sons. Inc Toronto. Canada.

Manda, R., I. Lukystiowati, C. Pulungan dan Budijono, 2005. Penuntun Praktikum Ichthyologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Pekanbaru.

Mediawati, I., 2009. Pengaruh Penggunaan Dedak Fermentasi pada pakan. Skripsi Program Studi Sarjana Biologi SITH.

Mudjiman, A., 2011. Makanan Ikan Edisi Revisi. Penebar Swadaya. Jakarta.

Kordi, G. 2005. Budidaya Ikan Patin. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.

_______. 2011. Budi daya Ikan Patin Secara Intensif. Nuansa Aulia. Bandung.

Rahman, J., 1983. Pemanfaatan ampas tahu dan pemamfaatannya dalam ransum broiler. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan. Universitas Andalas. Padang.

Saanin, H., 1968. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Jilid I dan II. Bina Cipta. Bandung.

Shcalbroeck, 2001. Toxicologikal evalution of red mold rice. DFG- Senate Comision on Food Savety. Ternak monogastrik. Karya Ilmiah. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Soetomo, H.A.M., 1989. Teknik Budidaya Ikan Lele Dumbo, PenerbitSinar Baru Algensindo. Bandung.

Suhenda, M., L. Setijaningsih, Y. Suryanti., 2003. “Penentuan Rasio Antara Kadar Karbohidrat dan Lemak pada Pakan Benih Ikan Patin (Pangasius pangasius)”. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 9 (4): 37-41.

Supriyati, 1999. Proses fermentasi Ampas kelapa dan Ampas tahu untuk pakan ikan Lele. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan. Universitas Andalas. Padang.

Susanto, H., 1996. Membuat Kolam Ikan. Penebar Swadaya. Jakarta. 73 hal.

Sustri, L., 2012. Kandungan Protein pada Pelet Ikan. http://lositasustri.blogspot.com/2012/10/kandungan-protein-pada-pelet-ikan.html, (diakses 23 Februari 2013).

Watanabe, T., 1988. Fish Nutrition and Mariculture. Departement of aquatic Biosciensces. Tokyo University of Fisheries. JICA.

Winarno, F. G. S. Fardiaz dan D. Fardiaz., 1980. Pengantar Teknologi Pangan. PT.Gramedia. Jakarta.

Zulkifli, 2011. Kombinasi Antara Gula, Susu, dan Madu Yang Diintroduksi Dengan Pakan Buatan Untuk Pertumbuhan dan Kelangsunga Hidup Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. Aceh Utara.




DOI: https://doi.org/10.29103/aa.v1i1.297

Article Metrics

 Abstract Views : 2262 times
 PDF Downloaded : 28 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Copyright (c) Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal   

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.