Mengidentifikasi Sikap Toleran Sunan Kudus melalui Situs Budaya

Muhammad Rosyid

Abstract


Tulisan ini bertujuan mendedahkan fakta bahwa nilai toleransi perlu diuri-uri. Teknik perolehan data dengan observasi dan pendalaman literatur dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil riset, Kota Kudus Jawa Tengah terdapat situs khas di antaranya bangunan kuno disebut Langgar Bubrah. Bangunan itu terdapat lingga dan yoni sebagai karakter candi. Argumen ilmiah dengan pendekatan arkeologi menandaskan bahwa lestarinya Langgar Bubrah hingga kini sebagai bentuk toleransi Sunan Kudus yang tetap melestarikannya dilanjutkan oleh generasi muslim adanya lingga dan yoni hingga kini. Pemkab Kudus perlu optimal merawatnya sehingga diagendakan penyelamatan objek budaya yakni restorasi, revitalisasi, dan memfasilitasi sarana dan prasarana kebudayaan berupa fasilitas penunjang yakni ruang sanggar budaya. Anggota DPRD Kudus pun perlu mewujud politik anggaran dalam APBD yang berpihak pada cagar budaya dengan penyediaan pendanaan pemajuan kebudayaan didasarkan atas pertimbangan investasi.


Keywords


Kota Kudus, Sunan Kudus, Sikap Toleran.

Full Text:

PDF

References


Achmad, Sri Wintala. Asal-Usul Sejarah Orang Jawa. Araska: Yogyakarta. 2017.

Anisa. Keterkaitan Aktivitas Ekonomi dengan Tata Ruang Rumah Tradisional Kudus di Kota Lama Kudus. Makalah Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2017 Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta, 1-2 November 2017.

Cassela, Eleanor Conlin. Social Workers: New Directions in Industrial Archeology. In James Symonds (Ed), Industrial Archeology: Future Directions (pp.3-32). Washington DC: Springer Science and Business Media Inc, 2005.

Coedes, George. Asia Tenggara Masa Hindu Buddha. KPG Ecole Francoise d’ Extreme-Orient Forum Jakarta Paris Puslitbang Arkenas: Jakarta. 2010.

Darban, Ahmad Adaby. Sejarah Kauman Menguak Identitas Kampung Muhammadiyah.Suara Muhammadiyah: Yogyakarta. 2010.

Darini, Ririn. Sejarah Kebudayaan Indonesia Masa Hindu Buddha. Ombak: Yogyakarta. 2013.

Dinas Pendidikan Pemprov Jateng, Museum Ronggowarsito. Artefak Batu Masa Prasejarah Hindu-Buddha (Koleksi Museum Ronggowarsito). Semarang.2004.

Hastutiningsih, Tri. Simbol-Simbol Agama Hindu di Candi Sukuh (Studi Simbol Agama Hindu di Dusun Sukuh, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jateng. Skripsi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2008.

Himawan, Ulya. Langgar Bubrah, sebuah Akulturasi Hindu-Islam. Gangsiput.com, 8 Juli 2012.

Mundardjito. Metode Penelitian Arkeologi. Puslit Arkenas, Depdiknas: Jakarta. 1999

Munoz, Paul Michel. Kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaysia Perkembangan Sejarah dan Budaya Asia Tenggara (Zaman Pra-sejarah hingga Abad XVI). Mitra Abadi: Yogyakarta. 2009.

Nuralia, Lia. Struktur Sosial pada Rumah Pejabat Tinggi Perkebunan Zaman Hindia Belanda di Jawa bagian Barat. Jurnal Kapata Arkeologi. Vol. 13, Nomor 1, Juli 2017.

Roesmanto, Totok. Rupa Bentuk Menara Masjid Kudus, Bale Kulkul, dan Candi. Jurnal Arsitektur Universitas Bandar Lampung. 2013.10-17.

Supani, Sancaka Dwi, dkk. Benda Cagar Budaya Peninggalan Sejarah dan Purbakala Kabupaten Kudus. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus.2009.

Supatmo. Keunikan Ornamen Bermotif Figuratif pada Kompleks Bangunan Masjid Menara Kudus. Jurnal Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, Vol.VIII, No.1 Januari 2014.




DOI: https://doi.org/10.29103/aaj.v5i1.3500

Article Metrics

 Abstract Views : 26 times
 PDF Downloaded : 2 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Aceh Anthropological Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXED BY:

Redaksi Aceh Anthropological Journal (AAJ): Gedung Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Kampus Bukit Indah Jln. Sumatera No.8, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Prov. Aceh, Indonesia. eMail: aaj.antro@unimal.ac.id

Lisensi Creative Commons

All publication by Aceh Anthropological Journal (AAJ) are licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional