IDENTIFIKASI STAKEHOLDER DAN ANALISIS AKTOR SERTA KELEMBAGAAN TERKAIT ISU PUBLIK PENGEMBANGAN KAWASAN PETERNAKAN KERBAU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI GAYO LUES

Authors

  • Abdullah Akhyar Nasution Program Studi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Malikussaleh
  • Iromi Ilham Department of Anthropology Faculty of Social and Political Sciences, Malikussaleh University
  • Teuku Kemal Fasya Program Studi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.29103/aaj.v4i2.3120

Keywords:

Stakeholder, Aktor, Peternakan Kerbau, Pengembangan Kawasan, Kearifan Lokal

Abstract

Tradisi beternak kerbau saat ini masih dapat dijumpai di banyak daerah di nusantara, namun secara kualitas dan kuantitas sudah jauh berkurang, termasuk tradisi uwer (beternak) kerbau yang dipraktekkan oleh masyarakat Gayo Lues. Salah satu penyebab adalah kurangnya perhatian stakeholder setempat terhadap permasalahan ini. Padahal, praktek uwer tidak hanya berpotensi mengembangkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, namun juga sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal. Jika tidak dilakukan proteksi, tidak menutup kemungkinan kerbau akan hilang dalam budaya kehidupan Gayo. Kondisi ini menjadi dasar bagi peneliti untuk mengkaji tentang identifikasi stakeholder dan analisis aktor serta kelembagaan terkait pengembangan kawasan peternakan yang berbasis keraifan lokal di Gayo Lues. Lebih lanjut, penelitian ini juga membahas tentang bagaimana para aktor dan lembaga terkait dengan pengelolaan dan isu pengembangan peternakan di kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan studi etnografi dan metode analisis jaringan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan Focuss Group Discussion (FGD). Penelitian ini menghasilkan beberapa diskusi, yaitu: Pertama, banyak aktor dan lembaga yang terlibat dalam usaha pengembangan peternakan kerbau di Gayo Lues, namun kurangnya sinergitas dan kerjasama antar aktor berimplikasi pada degradasi kebudayaan peternakan kerbau yang berbasis kearifan lokal; kedua, kurangnya stategi yang dimiliki oleh pemangku kebijakan berimplikasi pada kurang minatnya masyarakat untuk melanjutkan tradisi uwer saban hari. Seharusnya banyak potensi yang bisa dilihat, dikembangkan dan dimanfaatkan terkait praktek peternakan kerbau di Gayo Lues; dan ketiga, sistem sosial yang diperankan oleh pemerintah, peternak kerbau, tokoh adat, juga toke kerbau harus dimaksimalkan sehingga bisa mencegah terjadinya economic inequality dan cultural insecurity.

Author Biography

Iromi Ilham, Department of Anthropology Faculty of Social and Political Sciences, Malikussaleh University

References

Affan, Heydar. 2018. Mereka Bertahan Hidup Makan Daun': Kasus kelaparan di Maluku Tengah. Diakses dari https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44939889 pada 10-09-2019.

Amanda, Gita. 2018. Abraham Samad: Sektor Pangan Rawan Korupsi. Diakses dari https://www.msn.com/id-id/berita/nasional/abraham-samad-sektor-pangan-rawan-korupsi/ar-AAviI1t pada 12-08-2019.

Anggraeni, Rina. 2013. Politik Beras Di Indonesia Pada Masa Orde Baru (1969-1998): Dari Subsistensi Swasembada Pangan Hingga Ketergantungan Impor. Skripsi pada Program Studi Pendidikan Sejarah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Juga dapat diakses pada http://repository.upi.edu/249/

Bobbitt, P. 2002. The Shield of Achilles: War, Peace and the Course of History. London: Allen Lane/Penguin Press.

Borrows, C. W. 2000. An Exploratory study of food and beverage training in private clubs. Article on International Journal of Contemporery Hospitality Management 12, (3).p 190 -197

Kawulich, Barbara. B. 2005. Participation Observation as adata collection Methode (81 paragraphs). Forum Qualitative sozialforschung/ Forum: Qualitative Social Research, 6(2) Art. 43, diakses dari http://nbn-resolving.de/urn:nbn:de:0114-fqs0502430

Kontan.co,id. 2018. Kuota impor daging kerbau di 2018 melonjak 81% dari realisasi 2017. diakses dari https://industri.kontan.co.id/news/kuota-impor-daging-kerbau-di-2018-melonjak-81-dari-realisasi-2017

Krueger, R.A and Casey, M.A. 2000. Focus Groups: A Practical Guide For Applied Researche. 3rd ed. Thousand Oaks: Sage

Leo, Kusuma. 2013. Sejarah Kebijakan Pangan Di Indonesia: Suatu Tinjauan. Diakses dari http://leo4kusuma.blogspot.com/2013/03/sejarah-kebijakan-pangan-di-indonesia.html#.XGYeiLgxVdg.

Madarisa, F. 2012. Potret Pasar Ternak Sumatra Barat. Jurnal Perternakan Indonesia. Vol. 14(3)

Malthus, T.R. 1798. An Essay on the Principle of Population. First Edition pertama. London: Library of Economics and Liberty.

Mudrajad. K. 2005. Strategi Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif. Jakarta: Erlangga.

Nasution, Abdullah Akhyar. 2019. Kebijakan Pangan dan Tradisi Lokal (Studi tentang Dampak Kebijakan Pengelolaan Pangan Daging terhadap Keberadaan Tradisi Uwer di Kabupaten Gayo Lues). Artikel Pada Jurnal Sosiologi UNSYIAH Vol 13, No 1 (2019). DOI: https://doi.org/10.24815/jsu.v13i1.14096

Priyanto, Dwi. 2005. Evaluasi Kebijakan Impor Daging Sapi Melalui Analisis Penawaran dan Permintaan. Dalam Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor: Balai Penelitian Ternak.

Sasana, Hadi. 2004. Kegagalan Pemerintah Dalam Membangun. Vol. 1 No.1/Juli 31-38. FE UNDIP.

Seers, Dudley, 1972. What Are We Trying to Measure?. Journal of Developments Studies, 8(3). London: Frank Cass and Co.

Simatupang, Lono Lastoro. 2013. Pengelolaan Kebudayaan: Sinergitasi Pemangku Kepentingan. Makalah disampaikan dalam Kongres Kebudayaan Indonesia pada tanggal 8-11 Oktober. Yogyakarta.

Spradley, J.P. 2007. Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana

Downloads

Published

2020-12-30

How to Cite

Nasution, A. A., Ilham, I., & Fasya, T. K. (2020). IDENTIFIKASI STAKEHOLDER DAN ANALISIS AKTOR SERTA KELEMBAGAAN TERKAIT ISU PUBLIK PENGEMBANGAN KAWASAN PETERNAKAN KERBAU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI GAYO LUES. Aceh Anthropological Journal, 4(2), 176–196. https://doi.org/10.29103/aaj.v4i2.3120

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.