Kuasa Pengetahuan Perempuan dalam Pemenuhan Pangan Keluarga di Aceh
DOI:
https://doi.org/10.29103/aaj.v10i1.26730Keywords:
Disiplin Tubuh, Stunting, Pidie Aceh, Kuasa Pengetahuan Perempuan, Gizi SeimbangAbstract
Indonesia continues to face challenges in food and nutrition fulfillment that lead to stunting, particularly in Pidie District, Aceh. This study aims to analyze the power of women's knowledge in family food fulfillment using Michel Foucault’s Power-Knowledge and Body Discipline theories. Using a qualitative approach, in-depth interviews were conducted with 40 families of stunted children and infants under two years old (baduta). The results reveal a dualism in knowledge construction: government knowledge, which promotes balanced nutrition through the "Fill My Plate" slogan, and community knowledge, dominated by ancestral traditions (such as postpartum dietary taboos and early introduction of bananas to infants). The power of women's knowledge is manifested in food selection practices that prioritize carbohydrates and animal proteins (62%) over vegetables and fruits (12%). This reflects that the process of body discipline is more intensively shaped by the intimate family environment through local knowledge rather than formal health authorities. The study recommends optimizing Posyandu and early childhood education (PAUD) through collective dining practices as a more concrete means of nutritional discipline for the community.
Abstrak: Indonesia masih menghadapi permasalahan pemenuhan pangan dan gizi yang berdampak pada stunting, salah satunya di Kabupaten Pidie, Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi kuasa pengetahuan perempuan dalam pemenuhan pangan keluarga dengan menggunakan teori Relasi Kuasa-Pengetahuan dan Disiplin Tubuh dari Michel Foucault. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap 40 keluarga yang memiliki anak stunting dan baduta. Hasil penelitian menunjukkan adanya dualisme konstruksi pengetahuan: pengetahuan pemerintah yang menekankan gizi seimbang melalui slogan "Isi Piringku", dan pengetahuan komunitas yang didominasi oleh tradisi turun-temurun (seperti pantangan makan pascamelahirkan dan pemberian pisang pada bayi). Kuasa pengetahuan perempuan terlihat pada praktik pemilihan pangan yang lebih memprioritaskan karbohidrat dan protein hewani (62%) dibandingkan sayur dan buah (12%). Hal ini merefleksikan bahwa proses pendisiplinan tubuh lebih intensif dilakukan oleh lingkungan keluarga yang intim melalui pengetahuan lokal dibandingkan oleh otoritas kesehatan formal. Penelitian merekomendasikan optimalisasi Posyandu dan PAUD melalui praktik makan bersama sebagai sarana pendisiplinan gizi yang lebih konkret bagi masyarakat.
References
Anwar F, Khomsan A, Mauludyani A, Ekawidyani K. 2014. Masalah dan Solusi Stunting: Akibat Kurang Gizi di Wilayah Perdesaan. Bogor: IPB Press.
Azhari. 2018 Okt 27. Stop “Stunting” (Bek Paneuk). Aceh Trib., siap terbit. [Balitbangkes] Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2018. Hasil Utama Riskesdas 2018.
Foucault M. 2002. Power/Knowledge. Pertama. Setiawan T, Sufianto, (editor). Jogjakarta: Bentang Budaya.
Foucault M. 2016. Disiplin Tubuh: Bengkel Individu Modern. Ed ke-2. Yogyakarta: LKiS.
Handayani Y, Makful MR. 2019. Effect of nutrition improvement program implementation on stunting in children under two years old. 35(1).
Jus’at I, Winoto A, Pribadi N, Martianto D, Atmarita, Riyati A, Afriansyah N, Agustina W. 2017. Gizi Pembangunan: Kumpulan Tulisan Prof Soekirman 1962-2015. Jus’at I, (editor). Bogor: IPB Press.
[Kemenkes] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta. [Kemenkes] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Situasi Balita Pendek. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.
Khomsan A, Anwar F, Hernawati N, Suhanda N, Oktarina. 2013. Tumbuh Kembang dan Pola Asuh Anak. Bogor: IPB Press.
Lestari W, Kristiana L, Paramita A. 2018. Stunting: Studi Konstruksi Sosial Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan terkait Gizi dan Pola Pengasuhan Balita di Kabupaten Jember. Aspirasi. 9(1).
Paudel R, Pradhan B, Wagle RR, Pahari DP, Onta SR. 2012. Risk factors for stunting among children: A community based case control study in Nepal. Kathmandu Univ Med J. 10(39):18–24. doi:10.3126/kumj.v10i3.8012.
Sari MRN, Ratnawati LY. 2018. Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Pola Pemberian Makan dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Gapura Kabupaten Sumenep. Amerta Nutr. 2(2):182–188. doi:10.20473/amnt.v2.i2.2018.182-188.
Yunindyawati, Sumarti T, Hubeis AV, Hardinsyah. 2014. The Power of Women’s Knowledge in Food Security at the Rural Families in Indonesia (The Case in South Sumatera). Int J Humanit Soc Sci. 4(7).
Pearson, A. Fiona. 2010. "Real Problems, Virtual Solutions: Engaging Students Online." Teaching Sociology 38(3):207-214. doi:10.1177/0092055X10370115.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nuwita Maliati, Nurjanius Situmorang, Ade Ikhsan Kamil

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Aceh Anthropological Journal (AAJ) uses license CC-BY or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgement to the original publication from Aceh Anthropological Journal (AAJ) is made to allow users to trace back to the original manuscript and author. Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint and distribute the manuscript in any medium or format.










