Tradisi Mamukek sebagai Ketahanan Pangan Biru Nelayan Artisanal dengan Pendekatan Common Property di Nagari Sungai Pinang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat

Authors

  • Muhammad Alif Athallah Program Studi Antropologi Budaya, Institut Seni Indonesia Padangpanjang Kota Padangpanjang, Indonesia
  • Basyarul Aziz Program Studi Antropologi Budaya, Institut Seni Indonesia Padangpanjang Kota Padangpanjang, Indonesia
  • Abbhie Zacky Anggara Program Studi Antropologi Budaya, Institut Seni Indonesia Padangpanjang Kota Padangpanjang, Indonesia
  • Tedy Jhonatan Program Studi Antropologi Budaya, Institut Seni Indonesia Padangpanjang Kota Padangpanjang, Indonesia
  • Gusneli Gusneli Program Studi Antropologi Budaya, Institut Seni Indonesia Padangpanjang Kota Padangpanjang, Indonesia
  • Esa Rahmadhani Program Studi Antropologi Budaya, Institut Seni Indonesia Padangpanjang Kota Padangpanjang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29103/aaj.v10i1.26149

Keywords:

Mamukek, Nelayan Artisanal, Blue Food, Common Property, Budaya Maritim

Abstract

The mamukek tradition is a collective fishing practice preserved in Nagari Sungai Pinang, Pesisir Selatan Regency, West Sumatra, serving as a vital component of the "blue food" system for artisanal fishers. Beyond a mere fishing technique, this practice functions as a social institution that governs access, catch distribution, and labor solidarity within the fishing community. This study aims to analyze how mamukek operates as a blue food security mechanism within a common property regime framework based on local customary (adat) rules. Employing a descriptive qualitative approach, the research utilized participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data validity was ensured through source and data triangulation, with analysis conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that mamukek is executed through organized collective labor, with clear roles divided between the net owners (induk pukek) and the crew (anak pukek). The catch distribution system is relatively equitable and grounded in customary agreements, acting as a food distribution mechanism that guarantees fish protein access for fishing households, even during periods of uncertain yields. Furthermore, mamukek is governed by a set of traditional norms—such as the regulation of fishing days (hari iduik and hari mati), prohibitions on specific days, and social sanctions—which effectively prevent conflict and ensure the sustainability of marine resources. Despite facing environmental challenges like extreme weather, jellyfish seasons, and pressures from coastal tourism, the fishing community demonstrates resilience through collective strategies and consensus-based (musyawarah) decision-making.

Abstrak:  Tradisi mamukek merupakan praktik penangkapan ikan secara kolektif yang masih lestari di Nagari Sungai Pinang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dan menjadi bagian penting dari sistem pangan biru (blue food) nelayan artisanal. Praktik ini tidak hanya berfungsi sebagai teknik penangkapan ikan, tetapi juga sebagai institusi sosial yang mengatur akses, pembagian hasil, dan solidaritas kerja dalam komunitas nelayan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana mamukek berfungsi sebagai mekanisme ketahanan pangan biru dalam kerangka common property regime berbasis aturan adat lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan data, sedangkan analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mamukek dijalankan melalui kerja kolektif kelompok nelayan yang terorganisir, dengan pembagian peran antara pemilik jaring (induk pukek) dan tenaga kerja (anak pukek). Sistem pembagian hasil tangkapan dilakukan secara relatif merata dan berbasis kesepakatan adat, sehingga berfungsi sebagai mekanisme distribusi pangan yang menjamin akses protein ikan bagi rumah tangga nelayan, bahkan dalam kondisi hasil tangkapan yang tidak menentu. Selain itu, praktik mamukek diatur oleh seperangkat norma adat, seperti pengaturan hari melaut (hari iduik dan hari mati), larangan melaut pada hari tertentu, serta sanksi sosial bagi pelanggaran, yang secara efektif mencegah konflik dan menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Meskipun menghadapi tantangan lingkungan seperti cuaca ekstrem, musim ubur-ubur, dan tekanan aktivitas pariwisata pesisir, komunitas nelayan menunjukkan kemampuan adaptasi melalui strategi kolektif dan pengambilan keputusan berbasis musyawarah.

References

Acheson, J. 2013. Co-management in the maine lobster industry: A study in factional politics. Conservation and Society, 11(1), 60–71. https://doi.org/10.4103/0972-4923.110936

Acheson, J. C. 1980. Anthropology of Fishing (Vol. 10). Annual Review of Anthropology .

Alon Shepon, J. 2021. Exploring sustainable aquaculture development using a nutrition-sensitive approach. Global Environmental Change, 69.

Aziz, B. (2022). Transformation and Continuity: An Environmental Anthropology Study on the Digitalization Process by Kelompok Pengawas (POKMASWAS) Taman Kili-Kili Sea Turtle Conservation in Trenggalek. Megafury Apriandhini, SH, MH Chair of 4th OSC, 131.

Aziz, B. PENGELOLAAN PERIKANAN BERBASIS KOMUNITAS DAN PARTISIPASI MASYARAKAT.

Berkes, F. 2018. Sacred Ecology (4th ed.). Routledge.

BPS Sumatera Barat. 2024. Produksi dan Nilai Produksi Perikanan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Penangkapan di Provinsi Sumatera Barat, 2022.

Delaney, D. G., Teneva, L. T., Stamoulis, K. A., Giddens, J. L., Koike, H., Ogawa, T., Friedlander, A. M., & Kittinger, J. N. 2017. Patterns in artisanal coral reef fisheries revealed through local monitoring efforts. PeerJ, 2017(12). https://doi.org/10.7717/peerj.4089

Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2022). The State of World Fisheries and Aquaculture 2022: Towards Blue Transformation. Rome: FAO

Fitri Wadani, S., Satria Putra, Y., Awwali, M., & Ilmu Budaya Universitas Andalas, F. 2022. MITOS DAN KEPERCAYAAN RAKYAT MASYARAKAT MARITIM PESISIR SELATAN. In Jurnal Elektronik WACANA ETNIK (Vol. 11, Issue 1).

Gephart, J. A., Agrawal Bejarano, R., Gorospe, K., Godwin, A., Golden, C. D., Naylor, R. L., Nash, K. L., Pace, M. L., & Troell, M. 2024. Globalization of wild capture and farmed aquatic foods. Nature Communications , 15(1). https://doi.org/10.1038/s41467-024-51965-8

High Level Panel of Experts on Food Security and Nutrition (HLPE). (2021). Aquatic foods systems for food security and nutrition. Rome: HLPE, Committee on World Food Security.

Kittinger, J. N. 2013. Human dimensions of small-scale and traditional fisheries in the asia-pacific region. In Pacific Science (Vol. 67, Issue 3, pp. 315–325). https://doi.org/10.2984/67.3.1

Ostrom, E. 2008. Tragedy of the Commons. In The New Palgrave Dictionary of Economics (pp. 1–5). Palgrave Macmillan UK. https://doi.org/10.1057/978-1-349-95121-5_2047-1

Ratner, B. D., Åsgård, B., & Allison, E. H. 2014. Fishing for justice: Human rights, development, and fisheries sector reform. Global Environmental Change, 27(1), 120–130. https://doi.org/10.1016/j.gloenvcha.2014.05.006

Saputra, I., & Sajidin, M. 2023. STRATEGI BUDAYA MARITIM SUKU MANDAR DALAM MENDORONG INDONESIA SEBAGAI POROS MARITIM DUNIA. https://doi.org/10.52307//jmi

Setyowati, I., Satria, A., Sumarti, T., & Kinseng, A. R. 2020. [PDF] dari academia.edu Proses Mobilitas Sosial Nelayan Kecamatan Paciran (Studi Kasus Komunitas Nelayan di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan) Pengarang. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 10(2), 169–180.

Spradley, J. 1980. Participant Observation. Anthropological Quarterly, 53(4), 260. https://www.researchgate.net/publication/274761027_Participant_Observation

Stacey, N., Gibson, E., Loneragan, N. R., Warren, C., Wiryawan, B., Adhuri, D. S., Steenbergen, D. J., & Fitriana, R. 2021. Developing sustainable small-scale fisheries livelihoods in Indonesia: Trends, enabling and constraining factors, and future opportunities. Marine Policy, 132. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2021.104654

Troell, M., Costa-Pierce, B., Stead, S., Cottrell, R. S., Brugere, C., Farmery, A. K., Little, D. C., Strand, Å., Pullin, R., Soto, D., Beveridge, M., Salie, K., Dresdner, J., Moraes-Valenti, P., Blanchard, J., James, P., Yossa, R., Allison, E., Devaney, C., & Barg, U. 2023. Perspectives on aquaculture’s contribution to the Sustainable Development Goals for improved human and planetary health. In Journal of the World Aquaculture Society (Vol. 54, Issue 2, pp. 251–342). John Wiley and Sons Inc. https://doi.org/10.1111/jwas.12946

Uzra, M., Munzir, A., & Murhenna Uzra, K. 2019. SOCIAL ECONOMIC CONDITION OF PANTAI FISHERIES IN KANAGARIAN RIVER PINANG KECAMATAN KOTO XI TARUSAN. Journal of Scientech Research and Development, 1(1). http://idm.or.id/JSCR

Wicaksono, H., & Ismayanti, I. 2023. Integrasi Kebijakan Pemerintah dan Tradisi Lokal dalam Mendorong Pembangunan Pertanian Berkelanjutan. https://doi.org/10.36090

Yuliyus, Y., & Susilawati, N. 2021. Tradisi Maelo Pukek di Kota Padang. Culture & Society: Journal Of Anthropological Research, 2(3), 123–129. https://doi.org/10.24036/csjar.v2i3.73

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Athallah, M. A., Aziz, B., Anggara, A. Z., Jhonatan, T., Gusneli, G., & Rahmadhani, E. (2026). Tradisi Mamukek sebagai Ketahanan Pangan Biru Nelayan Artisanal dengan Pendekatan Common Property di Nagari Sungai Pinang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Aceh Anthropological Journal, 10(1), 1–22. https://doi.org/10.29103/aaj.v10i1.26149

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)