Peran Modal Sosial dalam Pemulihan dan Penguatan Perempuan Korban Konflik di Aceh
DOI:
https://doi.org/10.29103/aaj.v9i2.25171Keywords:
modal sosial, perempuan , korban konflik, pemulihan trauma, AcehAbstract
Armed conflict in Aceh has left long-term social consequences for women, particularly those who experienced sexual violence and the loss of family members. These impacts are not limited to psychological trauma but also involve structural vulnerability that restricts women’s access to social and economic resources in the post-conflict period. This study aims to examine the role of social capital in the recovery and empowerment of women survivors of conflict in Gampong Cot Tunong, Pidie Regency, by exploring the interconnections between traumatic experiences, community support, and the role of local institutions. This research employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through in-depth interviews and participant observation involving women survivors of conflict, village officials, and facilitators from a local institution, Pengembangan Aktivitas Sosial Ekonomi Masyarakat (PASKA). The data were analyzed thematically to identify patterns of structural vulnerability, experiences of trauma and social silence, and forms of social capital that have developed within the community of women survivors. The findings indicate that women survivors of conflict face multiple layers of vulnerability arising from sexual violence, the loss of family members, and limited access to public services. Nevertheless, social capital formed through trust-based relationships, solidarity among survivors, support from the village community, and facilitation by local institutions plays a crucial role in trauma recovery and the strengthening of women’s socio-economic lives. Social capital functions not only as a survival mechanism but also as a space for psychosocial recovery and collective empowerment. This study highlights that the recovery of women survivors of conflict should be understood as a social process rooted in community dynamics and the strength of local social capital.
Abstrak: Penelitian Konflik bersenjata di Aceh meninggalkan dampak sosial yang berkelanjutan terhadap kehidupan perempuan, khususnya mereka yang mengalami kekerasan seksual dan kehilangan anggota keluarga. Dampak tersebut tidak hanya berupa trauma psikologis, tetapi juga kerentanan struktural yang membatasi akses perempuan terhadap sumber daya sosial dan ekonomi pascakonflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam proses pemulihan dan penguatan perempuan korban konflik di Gampong Cot Tunong, Kabupaten Pidie, dengan menyoroti keterkaitan antara pengalaman trauma, dukungan komunitas, dan peran lembaga lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap perempuan korban konflik, aparat gampong, serta pendamping dari lembaga lokal Pengembangan Aktivitas Sosial Ekonomi Masyarakat (PASKA). Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi kerentanan struktural, pengalaman trauma dan keheningan sosial, serta bentuk-bentuk modal sosial yang berkembang dalam komunitas perempuan korban konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan korban konflik menghadapi kerentanan berlapis yang bersumber dari kekerasan seksual, kehilangan anggota keluarga, dan keterbatasan akses terhadap layanan publik. Namun demikian, modal sosial yang tumbuh melalui relasi saling percaya, solidaritas sesama korban, dukungan masyarakat gampong, serta pendampingan lembaga lokal berperan penting dalam pemulihan trauma dan penguatan kehidupan sosial-ekonomi perempuan korban konflik. Modal sosial tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme bertahan hidup, tetapi juga sebagai ruang pemulihan psikososial dan pembangunan kemandirian secara kolektif. Penelitian ini menegaskan bahwa pemulihan perempuan korban konflik perlu dipahami sebagai proses sosial yang berakar pada dinamika komunitas dan kekuatan modal sosial lokal.
References
Alawiyah, Tuti, and Farhan Setiawan. 2021. “Pengentasan Kemiskinan Berbasis Kearifan Lokal Pada Masyarakat Desa.” Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) 15(2). doi: 10.24815/jsu.v15i2.22392.
Asia Justice and Rights (AJAR). (2022). Penelitian komparatif tentang gender & reparasi di Asia Tenggara: Aceh, Indonesia. Asia Justice and Rights. https://asia-ajar.org/wp-content/uploads/2023/03/Case-Study-ID_Penelitian-Komparatif-tentang-Gender-Reparasi-di-Asia-Tenggara—Aceh-Indonesia.pdf
Astuti, Teungku Inong, Siti Ikramatoun, and Firdaus Mirza Nusuary. 2022. “Survival Perempuan Single Parent Korban Rumoh Geudong Pasca Konflik Di Desa Billie Aroen Kecamatan Geulumpang Tiga Kabupaten Pidie.” Jurnal Ilmial Mahasiswa FISIP USK 7.
Chaidar, Al, Sayed Mudhahar Ahmad, and Yarmen Dinamika. 1999. ACEH BERSIMBAH DARAH: Mengungkap Penerapan Status Daerah Operasi Militer (DOM) Di Aceh 1989-1998. Jakarta: Pustaka Al Kausar.
Damee, Peulara. 2023. Komisi Kebenaran Dan Rekonsiliasi Aceh. Banda Aceh: Peulara Damee.
Eda, Fikat. 1999. Aceh Menggugat Sepuluh Tahun Rakyat Aceh Di Bawah Tekanan Militer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Eksekutif, Ringkasan. 1999. No TitleKomisi Independent Pengusutan Tindak Kekerasan Di Aceh. Banda Aceh.
Fahmi, K., & Yazid, A. (2021). Konflik Aceh: Studi pemaafan pada aktivis perempuan Aceh. Raheema: Jurnal Studi Gender dan Anak, 8(1), 92–110. IAIN Pontianak. https://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/raheema/article/download/1660/pdf_1
Hasni, K., Wahyuni, S., Al-Azhar, & Yusrawati. (2022). Participation women and empowerment in North Aceh post-conflict. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Gender, 21(2), 183–200. UIN Suska Riau. https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/marwah/article/download/38315/13185
Husna, C. A. (2019). Partisipasi politik perempuan dalam pembangunan Aceh pascakonflik. Jurnal Public Policy, 5(1), 45–60. Universitas Teuku Umar. https://jurnal.utu.ac.id/jppolicy/article/download/681/550
Internasional, Amnesty. 2023. Time to Face the Past, Justice for Past Abuse in Indonesian’s Aceh Province. Inggris.
Ishak, Otto Syamsuddin. 2013. Aceh Pasca Konflik : Kontestasi 3 Varian Nasionalisme. Banda Aceh: Bandar Publishing.
Konflik, Bank Dunia Dampak. 2008. Tsunami Dan Rekontruksi Terhadap Kemiskinan Di Aceh, Kajian Kemiskinan Di Aceh Tahun 2008. Jakarta.
KontraS:Aceh. 2006. Aceh Damai Dengan Keadilan ?Mengungkap Kekerasan Masa Lalu. Banda Aceh: KontraS Aceh.
Lestari, Y. S. (2015). Gender dan pembangunan perempuan di Aceh pascakonflik dan tsunami: Pembahasan teoritis. Jurnal Komunitas, 1(2), 146–156. Universitas Teuku Umar. https://jurnal.utu.ac.id/jcommunity/article/download/146/136
Malihah, Elly, Siti Komariah, Rengga Akbar Munggaran, Lingga Utami, Arindini Rizkia, and Yazied Taqiyuddin Ahmad. 2021. “Martabat: Jurnal Perempuan Dan Anak Penguatan Resilensi Perempuan Melalui Modal Sosial Di Era Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi Covid-19.” 5(2):310–36.
Marzuki, Nasruddin, and Adi Warsidi. 2011. Fakta Bicara Mengungkap Pelanggaran Ham Di Aceh 1989-2005. Banda Aceh: Banda Aceh, Koalisi NGO HAM Aceh.
Ocktaviana, S., Santoso, W. M., & Purwoko, D. (2015). Peran-peran perempuan di wilayah konflik: Antara korban, penyintas, dan agen perdamaian. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 16(3), 365–384. LIPI. https://ejournal.brin.go.id/jmb/article/view/8700
Putri, L. H., & Permatasari, M. (2018). Implementasi pemenuhan hak atas reparasi bagi perempuan korban konflik Aceh ditinjau dari hukum internasional. Syiah Kuala Law Journal, 2(3), 1–22. Universitas Syiah Kuala. https://jurnal.usk.ac.id/SKLJ/article/download/12400/9581
Ulfah, M. N., Fedryansyah, M., & Nulhaqim, S. A. (2022). Inong balee dan pemulihan pascakonflik di Aceh: Analisis teori kekerasan Johan Galtung. Jurnal Kajian Ruang dan Kesejahteraan, 3(2), 145–160. Universitas Padjadjaran. https://jurnal.unpad.ac.id/jkrk/article/download/39989/18787
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nofal Liata, Fatimahsyam Fatimahsyam, Furqan Furqan, M. Furqan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Aceh Anthropological Journal (AAJ) uses license CC-BY or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works. This license permits anyone to compose, repair, and make derivative creation even for commercial purposes, as long as appropriate credit and proper acknowledgement to the original publication from Aceh Anthropological Journal (AAJ) is made to allow users to trace back to the original manuscript and author. Readers are also granted full access to read and download the published manuscripts, reprint and distribute the manuscript in any medium or format.










