Peran dan Makna Ritual Nyambai dalam Pelestarian Nilai Adat dan Identitas Budaya Masyarakat Lampung

Authors

  • Ladya Azzahra Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, FTIK, UIN Jurai Siwo Lampung
  • Kariswan Kariswan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, FTIK, UIN Jurai Siwo Lampung
  • Lisa Retno Sari Pendididkan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP, Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.29103/aaj.v9i2.19687

Keywords:

Ritual Nyambai, Budaya Lampung, Nilai Sosial, Identitas Budaya, Tradisi dan Modernitas

Abstract

The Nyambai ritual represents one of Lampung's distinctive cultural heritages that embody local customs, belief systems, and social cohesion. This study aims to explore the Nyambai ritual as a traditional practice that contributes to the preservation of cultural values, ancestral veneration, and collective identity among Lampung communities. Adopting a qualitative approach, this research employs a literature review method based on journal publications from 2015 to 2025. Data were analyzed using a qualitative content analysis technique through stages of data collection, reduction, and interpretation. Findings reveal that the Nyambai ritual encapsulates essential social values such as social harmony, respect for ancestors, adherence to local norms, spirituality, and cultural identity formation. Moreover, this ritual demonstrates adaptive dynamics in response to social and environmental transformations, enabling the community to innovate while maintaining the authenticity of tradition. The active involvement of younger generations ensures the continuity of Nyambai as a medium for intergenerational knowledge transmission. Consequently, the Nyambai ritual functions not only as a cultural and spiritual expression that connects the community with their ancestors and nature but also as a symbol of Lampung identity amid contemporary changes.

Abstrak: Ritual Nyambai merupakan salah satu warisan budaya khas masyarakat Lampung yang merefleksikan sistem kepercayaan, nilai sosial, dan tatanan adat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ritual Nyambai sebagai praktik tradisional yang berperan dalam pelestarian nilai budaya, penghormatan kepada leluhur, serta penguatan identitas kolektif masyarakat Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang bersumber dari publikasi ilmiah periode 2015–2025. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan, reduksi, serta interpretasi data menggunakan teknik analisis isi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Nyambai mengandung nilai-nilai sosial penting seperti keharmonisan masyarakat, penghormatan terhadap leluhur, kepatuhan pada norma adat, spiritualitas, serta pembentukan identitas budaya. Selain itu, ritual ini menunjukkan dinamika dan adaptasi terhadap perubahan sosial dan lingkungan tanpa menghilangkan esensi tradisi. Keterlibatan aktif generasi muda menjadi faktor kunci dalam menjamin keberlanjutan ritual ini sebagai wahana pewarisan nilai budaya. Dengan demikian, ritual Nyambai tidak hanya berfungsi sebagai praktik budaya dan ekspresi spiritual, tetapi juga menjadi simbol identitas Lampung di tengah arus modernitas yang terus berkembang.

References

Ambara, H. (2020). Nilai-Nilai Islam Dalam Tradisi Nyambai Adat Lampung Sai Batin Di Pekon Kembahang Kecamatan Batu-Brak Lampung Barat. Universitas Islam Negeri Raden Intan.

Andika, A., & Nurdin, B. V. (2012). Makna Adat Nyambai dan Perubahannya. Jurnal Sosiologi, 14(1). https://doi.org/10.23960/sosiologi.v14i1.104

Anggrani, A., & Karsiwan, K. (2024). Ruwat Dandang: Antara Mitos Dan Tradisi di Desa Bumirejo Kabupaten Lampung Tengah. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 19(1), 23–36.

Ayuhda, C., & Karsiwan, K. (2020). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Kitab Kuntara Raja Niti Sebagai Pedoman Laku Masyarakat Lampung. Journal of Social Pedagogy, 1(1), 12. https://doi.org/https://doi.org/10.32332/social-pedagogy.v1i1.2125

Daryanti, F., Jazuli, M., & Sumaryanto, T. (2019). The Nyambai Culture in Coastal Communities: A Relationship to the Concept of Functions, Forms and Meanings. 2nd Workshop on Language, Literature and Society for Education. https://doi.org/10.4108/eai.21-12-2018.2282704

Fedyani Saifuddin, A. (2015). Antropologi Kontemporer: Suatu Tinjauan Kritis Mengenai Paradigma. Kencana/Prenada Media Group.

Forth, G. (2018). The Rites of Passage. In Hilary Callan (Ed.), The International Encyclopedia of Anthropology. (hal. 7). John Wiley & Sons, Ltd. https://doi.org/10.1002/9781118924396.wbiea2002

Geertz, C. (2016). Tafsir Kebudayaan. Kanisius.

Hadikusuma, H. (1977). Adat Istiadat Daerah Lampung. Depdikbud.

Harum, D. M., Isnaeni, M., Kastri, E. M., & Roveneldo. (2022). Animal Mythology in Lampung Folklore. Proceedings of the Sixth International Conference on Language, Literature, Culture, and Education (ICOLLITE 2022), 3, 144–149. https://doi.org/10.2991/978-2-494069-91-6_22

Husin, H. (2022). Implementasi Gelar Adat dalam Perkawinan Masyarakat Lampung Perspektif Sosiologi dan Antropologi. At-Turas: Jurnal Studi Keislaman, 9(1), 282–295. https://doi.org/https://doi.org/10.33650/at-turas.v9i2.4858

Jalil, A., & Aminah, S. (2017). Resistensi Tradisi Terhadap Modernitas. UMBARA: Indonesian Journal of Antropology, 2(2). https://doi.org/10.24198/umbara.v2i2.20451

Karsiwan, K. (2022). Pengantar Antropologi : Tinjauan Teoritis dan Praktis Mengenal Budaya Lampung (L. Retno Sari (ed.); 1 ed.). Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro.

Karsiwan, K., Sari, L. R., & Azzahra, A. (2022). Sagata Sebagai Identitas Tradisi Lisan Masyarakat Lampung. Pangadereng: Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(2). https://doi.org/10.36869/pjhpish.v8i2.250

Karsiwan, K., Sari, L. R., Lisdiana, A., & Hamer, W. (2023). Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal di Lampung. Journal of Social Science Education, 4(1), 39–52. https://doi.org/10.32332/social-pedagogy.v4i1

Karsiwan, K., Sari, L. R., & Purwasih, A. (2021). Memmang: the Oral Tradition of Lampung Society. Walasuji : Jurnal Sejarah dan Budaya, 12(2). https://doi.org/10.36869/wjsb.v12i2.197

Karsiwan, K., Septiyana, S., & Sari, L. R. (2025). Sedekah Laut Sebagai Tradisi dan Nilai Budaya Masyarakat Dente Teladas Di Hulu Way Tulang Bawang. Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 2(3), 102–114. https://doi.org/https://doi.org/10.62238/jupsi.v2i3.127

Karsiwan, Retno Sari, L., Hammer, W., & LIsdiana, A. (2023). Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal di Lampung. Journal of Social Science Education, 4(1), 39–52.

Keesing, R. M. (2018). Theories of Culture. Journal of Intellectual Property Rights, 23(4–5), 174–193.

Koentjaraningrat. (2020). Pengantar llmu Antropologi (15 ed.). Aksara Baru.

Margaretha, R. (2017). Analisis Klasifikasi Mitos dalam Tradisi Lisan Masyarakat Lampung. Jurnal Pendidikan Progresif, 7(2), 117–126. https://doi.org/10.23960/jpp.v7.i2.201715

Moleong, L. J. (2009). Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Mufida, M., & Rachmawati, E. (2020). Peran Ritual Tradisi Dalam Membangun Identitas Budaya Masyarakat Lampung. Jurnal Budaya dan Masyarakat, 15(2).

Muhammad, M. (2020). Hubungan Agama dan Budaya pada Masyarakat Gampong Kereumbok Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh . Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 22(2), 85-96. https://doi.org/10.22373/substantia.v22i2.7769

Ningrum, C. R. (2017). Fungsi Tari Nyambai Pada Upacara Perkawinan Adat Nayuh. JOGED (Journal of Performing Arts), 7(2). https://doi.org/10.24821/joged.v10i2.1887

Nurdin, B. V., & Ng, K. S. F. (2013). Local Knowledge of Lampung People in Tulang Bawang: An Ethnoecological and Ethnotechnological Study for Utilization and Conservation of Rivers. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 91, 113–119. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.08.408

Nurjanah, S. (2019). Pelestarian Kearifan Lokal Melalui Tradisi Nyambai pada Masyarakat Lampung Barat. Jurnal Kebudayaan Daerah, 5(2), 78–80.

Nurlina, E., & Rohana, S. (2020). Makna Simbolik Dalam Upacara Adat Nyambai Di Kabupaten Lampung Barat. Jurnal Penelitian Humaniora, 22(1), 45–46.

Pahrudin, A., & Hidayat, M. (2007). Budaya Lampung dan Penyelesaian Konflik Sosial Keagamaan.

Pratiwi, N., Karsiwan, K., & Ingle, P. (2025). The Uniqueness of the Pepaccur Tradition in Strengthening Social Ties in Lampung. ALMAARIEF, 7(1), 23–32. https://doi.org/https://doi.org/10.35905/almaarief.v7i1.11741

Rothenbuhler, E. W. (1998). Ritual Communication: From Everyday Conversation to Mediated Ceremony. SAGE Publications, 5(2).

Sibarani, R. (2018). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Alfabeta.

Suhartono, D. (2018). Adat dan Tradisi Masyarakat Lampung: Studi Kasus Ritual Nyambai. Jurnal Penelitian Sosial dan Budaya, 5(1), 45–58.

Sumiyati, Pambudi, B., & Fatmasari, R. K. (2020). Analisis Strukturalisme Levi-Strauss Lima Sastra Lisan Di Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan Jawa Timur. Repo.STKIP-BKL. http://repo.stkippgri-bkl.ac.id/1246/%0Ahttp://repo.stkippgri-bkl.ac.id/1246/1/SUMIATI_1734411034_ARTIKEL_PBSI-17.pdf

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2025-10-22

How to Cite

Azzahra, L., Kariswan, K., & Sari, L. R. (2025). Peran dan Makna Ritual Nyambai dalam Pelestarian Nilai Adat dan Identitas Budaya Masyarakat Lampung. Aceh Anthropological Journal, 9(2), 193–209. https://doi.org/10.29103/aaj.v9i2.19687

Issue

Section

Articles