Modifikasi Media MS Dengan Penambahan Air Kelapa Untuk Subkultur I Anggrek Cymbidium

Joe Pratama

Abstract


Anggrek Cyimbidium adalah  jenis anggrek yang sangat popular di Indonesia dengan ciri khas bunganya yang menyerupai perahu. Optimalisasi budidaya anggrek dengan teknik kultur jaringan dapat dilakukan dengan metode modifikasi media MS. Penggunaan jenis zat pengatur tumbuh alami dengan konsentrasi yang tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam kultur jaringan serta dapat menekan biaya untuk kultur jaringan anggrek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modifikasi media MS dengan penambahan air kelapa terhadap subkultur  anggrek Cymbidium secara in vitro. Penelitian Menggunakan Rancangan acak lengkap faktorial dengan 6 ulangan yaitu modifikasi media MS; media MS penuh (M1), media ½ MS (M2), dan media ¼ MS (M3) dan  konsentrasi air kelapa, yaitu 0 ml air kelapa (K1), 100 ml air kelapa (K2), 200 ml air kelapa (K3), dan 300 ml air kelapa (K4). Variable pengamatan meliputi waktu persentase tumbuh tunas, jumlah tunas, jumlah akar, dan tinggi tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan modifikasi media MS dengan penambahan air kelapa untuk subkutur I anggrek Cymbidium terhadap peubah persentase tumbuh tunas di 2-8 MST, jumlah tunas di 4, 6, dan 8 MST, jumlah akar di 2-8 MST, dan tinggi tunas di 8 MST. Namun tidak berbeda nyata terhadap peubah jumlah tunas di 2 MST.

Full Text:

PDF

References


Annatje E.B., Jeany M, dan Semuel R. 2016. Substitusi Media Murashige dan Skoog/MS dengan Air Kelapa dan Pupuk Daun Majemuk pada Pertumbuhan Anggrek Dendrobium secara in vitro. Jurnal Bioslogos. Vol: 6(1).

Anisa, T. 2018. Pengaruh lama perendaman biji dan konsentrasi BAP terhadap perkecambahan biji jeruk manis Berastagi local (Citrus nobilis) Brastepu secara in vitro. Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh: Aceh Utara.

Anonymous. 2011. Buku Seri Konservasi-1 “Keanekaragaman Hayati Jenis Anggrek Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya”. Diakses dari http://bukitbakabukitraya.org/w- content/uploads/2012/09/Buku- seri-informasi-konservasi-1.pdf [diakses tanggal 22 Januari 2018].

Arditti, J. 1992. Fundamentals of Orchids Biology. John Wiley and Sons, Inc: New York.

Armini, G.A. Wattiimena, dan L.W.

Gunawan. 1991. Perbanyakan tanaman: Bogor. 307 hlm.

Bey, Y, Syafii, W. dan Sutrisna. 2006. Pengaruh Pemberian Giberelin (GA3) dan Air Kelapa Terhadap Perkecambahan Biji Anggrek Bulan (Phalaenopsis ambilis BL) Secara In Vitro. Jurnal Biogenesis. Vol: 2(2):41- 46.

Budiarta, A. 2004. Dasar- dasar Kultur Jaringan. Pusat Pengembangan dan Penataran Guru Pertanian: Cianjur.

Bhojwani, S.S. dan M.K. Razdan. 1996. Plant Tissue Culture: Theory and Practice. Elsevier: Amsterdam.

Comber, J.B. 1990. Orchids of Java. Bentham-Moxon Trust. The Royal Botanic Gardens, Kew.

Davies, J.P. 1995. Plant hormone: their nature, occurrence and function. KluwerAcademic Publisher: Boston.

Hendaryono, D.P.S. dan A. Wijayani. 1994. Kultur Jaringan (Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif Media). Kanisius: Yogyakarta.

Gamborg, O. L., G. C. Phillips. 1995. Media Preparation and Handling. p 21-33. Springer-Verlag. Berlin

Gunawan H. 2007. Mikropropagasi Tunas Stroberi dengan Pemberian NAA dan BAP pada Media MS. Skripsi. Program Studi Pemuliaan Tanaman. Departemen Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan. 95 hlm.

Indriani, B.S. 2014. Efektivitas Substitusi Sitokinin dengan Air Kelapa pada Medium Multiplikasi Krisan (Chrysanthemum indicum L.) secara In Vitro. Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang.

Iswanto, H. 2002. Petunjuk Perawatan Anggrek. Agromedia Pustaka: Jakarta. Kasutjianingati dan Irawan, R. 2013. Media alternative perbanyakan in vitro anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis). Jurnal. Vol: 3( 3):184-189. Karjadi dan Buchory. 2008. Pengaruh

Komposisi Media Dasar, Penambahan BAP, Dan Pikloram Terhadap Induksi Tunas Bawang Merah. J. Hort. 18(1):1-9

Kristina N.N. & Syahid F.A. 2012. Pengaruh Air Kelapa Terhadap Multiplikasi Tunas In Vitro, Produksi Rimpang, Dan Kandungan Xanthorrhizol Temulawak Di Lapangan. Jurnal Littri. Vol: 18(3):125-126.

Lestari, E G. 2011. Peranan Zat Pengatur Tumbuh dalam Perbanyakan Tanaman melalui Kultur Jaringan. Jurnal AgroBiogen. Vol:7 (1).

Mardin, S., 2002. Media Tumbuh Kultur Jaringan Tanaman. Makalah pada Pelatihan Kultur Jaringan Tanaman PS Agronomi Unsoed: Purwokerto.

Marlina, N. 2004. Teknik modifikasi media Murashige dan Skoog (MS) untuk konservasi in vitro mawar (Rossa sp.). Buletin Teknik Pertanian. Vol: 9(1):4-7.

Matatula, A. J. 2003. Substitusi media MS dengan air kelapa dan Gandasil-D pada kultur jaringan krisan. J. Eugenia. Vol: 9(4): 203-211.

Mustakim, B. F. Wahidah1, A. Al- Fauzy. 2015. Pengaruh penambahan air kelapa terhadap pertumbuhan stek mikro tanaman krisan (Chrysanthemum indicum) secara in vitro. Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin: Makassar.

Netty, W. 2002. Optimasi Medium untuk Multiplikasi Tunas Kana (Canna hibryda Hort.) dengan Penambahan Sitokinin. J. Biosains dan Bioteknologi Indonesia. Vol: 2 (1):27–31.

Pranata, M.G, Yunus ,A. dan Pujiasmanto, B. 2015. Pengaruh konsentrasi naa dan air kelapa terhadap multiplikasi temulawak (curcuma xanthorrizha roxb.) secara in vitro. UNS: Journal of Sustainable Agriculture. Vol: 30(2)

Purwanto, A.S.D. Purwantono, dan S.

Mardin. 2007. Modifikasi Media Ms dan Perlakuan Penambahan Air Kelapa Untuk Menumbuhkan Eksplan Tanaman Kentang. Purwokerto: Jurnal Penelitian dan Informasi Pertanian “Agrin”. Vol: 11(1).

Purwantoro, A., Ambarwati, dan Setyaningsih. 2005. Kekerabatan Antar Anggrek Spesies Berdasarkan Sifat Morfologi Tanaman Dan Bunga. Ilmu Pertanian Vol: 12(1).Rahardja, P. C., dan Wahyu, W. 2003. Aneka Cara Memperbanyak Tanaman. Agromedia Pustaka: Jakarta.

Raynalta E., dan sukma D. 2013. Pengaruh komposisi media dalam perbanyakan protocorm like bodies, pertumbuhan planlet, dan aklimatisasi Phalaenopsis amabilis. Jurnal hortikultura Indonesia. Vol: 4(3):131-139

Rohayati, E. dan N. Marlina. 2009. Teknik Aklimatisasi Planlet Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) untuk Tanaman Induk. Buletin Teknik Pertanian. Vol:

(2): 72-75.

Santoso, U. dan Nursandi, F. 2004. Kultur Jaringan Tanaman. Universitas Muhammadiyah Malang: Malang.

Seswita, D. 2010. Penggunaan Air Kelapa Sebagai Zat Pengatur Tumbuh Pada Multiplikasi Tunas Temulawak (Curcuma xanthhorrhiza roxb.) in vitro. Jurnal Littri. Vol: 16(4):135-140.

Setiawati, T., S. Sanoesi., S. Muliati. 2010. Pupuk Daun dan Air Kelapa Sebagai Medium Alternatif untuk Induksi Tunas Anggrek Dendrobium Whom Leng in vitro. Jurnal Biotika. Vol:

(1):4-54

Soedarjo M, H. Shintiavira, Y. Supriyadi & Y. Nasihin. 2012. Peluang Bisnis Inovasi Krisan Badan LitbangPertanian. Agro inovasi: Jakarta Selatan.

Sudarmadji. 2003. Penggunaan Benzil Amino Purine pada Pertumbuhan Kalus Kapas Secara In Vitro. Buletin Teknik Pertanian. Vol: 8(1):28-30.

Sukma, D dan A. Setiawati. 2010. Pengaruh waktu dan frekuensi aplikasi pupuk daun terhadap pertumbuhan dan pembungaan anggrek Dendrobium ‘Tong Chai Gold’. J. Hort. Indonesia. Vol: 1(2): 97-104.

Surachman D. 2011. Teknik pemanfaatan air kelapa untuk perbanyakan nilam secara in vitro. Buletin Teknik Pertanian. Vol: 16(1):31-33.

Sutiyoso, Y. 2004. Hidroponik ala Yos. Penebar Swadaya: Jakarta.

Tuhuteru S., M. L. Hehanussa,S.H.T.

Raharjo.2012.Pertumbuhan dan perkembangan anggrek Dendrobium anosmum pada media kultur in vitro dengan beberapa konsentrasi air kelapa. Agrologia. Vol: 1 (1):1- 12

Upreti, K.K. & Sharma, M. (2016) Role of Plant Growth Regulators in Abiotic Stress Tolerance. Abiotic Stress Physiology of Horticultural Crops: India, pp.19–46. doi:10.1007/978-81-

-2725-0.

Vigliar, R., V.L. Sdepanian, and U. fagundes- neto. 2006. Biochemical profile of coconut water from coconut palms planted in an inland region. J. de Pediatria. Vol: 82(4): 308-312.

Wattimena, G.A. 1988. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Laboratorium Kultur Jaringan. Tanaman PAU Bioteknologi IPB. Bogor. 145 hlm.

Wetherell, D.F. 1982. Pengantar Propagasi Tanaman Secara In Vitro. Semarang: IKIP Semarang Press.

Widiastoety, d. dan Purbadi. 2003. Pengaruh Bubur Ubi Kayu dan Ubi Jalar terhadap Pertumbuhan Plantlet Anggrek Dendrobium. Jurnal Hortikultural. Vol: 13(1):1-6.

Widiastoety, D., N. Solvia, M. Soedarjo. 2010. Potensi anggrek Dendrobium dalam meningkatkan variasi dan kualitas anggrek bunga potong. Jurnal Litbang Pertanian. 29:101-106

Widyastuti, N. Dan D. Tjokrokusumo. 2001.Peranan beberapa zat pengatur tumbuh (ZPT) tanaman pada kultur in vitro. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. Vol: (5):55-63.

Yunita, R. 2011. Pengaruh Pemberian Urine Sapi, Air Kelapa, dan Rootone- F Terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Markisa (Passiflora edulis var. flavicarpa). Fakultas Pertanian Universitas Andalas: Padang.

Yusnita. 2003. Kultur jaringan: Cara Memperbanyak Tanaman Secara Efisien. Agro Media Pustaka: Jakarta.

hlm.

Yusnita. 2010. Perbanyakan In Vitro Tanaman Anggrek. Universitas Lampung. Lampung. 128 hlm.

Zulkarnain, 2011. Kultur Jaringan Tanaman. Jakarta: Bumi Aksara




DOI: https://doi.org/10.29103/agrium.v15i2.1071

Article Metrics

#### view : 155 times
PDF 49 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Agrium

ISSN 1829-9288 (Print)

ISSN 2655-1837 (Online)

Published by Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh
Website : http://ojs.unimal.ac.id/index.php/agrium
E-mail : agrium@unimal.ac.id

Creative Commons License

Jurnal Agrium is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
(c) Author 2018 all rights reserved

Jurnal Agrium Statistics