PENGARUH FAKTOR SOSIAL DAN EKONOMI TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH DALAM SISTEM INTEGRASI DI KECAMATAN LINTONG NIHUTA KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

Hotden L Nainggolan, Johndikson Aritonang

Abstract


Penelitian ini bertujuan  untuk menganalisis; a) pengaruh faktor sosial; tenaga kerja modal sosial, pendidikan petani, jumlah tanggungan keluarga, kelembagaan terhadap pendapatan petani dengan sistem pertanian terintegrasi dan, b) pengaruh faktor ekonomi; modal usahatani, kemiskinan, inflasi, harga input, harga output, tabungan terhadap pendapatan petani. Analisis data dengan menggunakan path analisys dengan  bantuan program SPSS dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan;  a) variabel sosial; modal sosial dan tingkat pendidikan berpengaruh secara simultan 56,50% terhadap  tanggungan keluarga petani dalam sistem pertanian terintegrasi, b) variabel tanggungan keluarga, modal sosial dan pendidikan berpengaruh secara simultan  94,50% terhadap penggunaan tenaga kerja keluarga petani dalam sistem pertanian terintegrasi, c) variabel tenaga kerja, tanggungan keluarga, modal sosial  dan tingkat pendidikan petani berpengaruh secara simultan 79,80% terhadap pendapatan petani  dalam konteks  pertanian terintegrasi, d) variabel ekonomi berupa; harga output, harga input, modal usahatani, tingkat kemiskinan dan inflasi  berpengaruh secara smimultan 65,0% terhadap pendapatan petani dengan sistem pertanian terintegrasi. Sesuai hasil penelitian disarankan agar pemerintah daerah; a) melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada petani secara rutin (kontinu) agar tingkat pendidikan (pengetahuan) petani meningkat dalam mengelola usahatani terutama dengan sistem integrasi, b) membantu petani untuk mendapatkan modal usahatani untuk pembelian input produksi (faktor produksi) sehingga usahatani yang  dikelola petani kan  lebih optimal , c) menjamin stabilitas harga input (sarana dan faktor produksi usahatani) dan ketersediaannya agar penggunaan  faktor produksi  lebih optimal sehingga berdampak pada peningkatan produksi pertanian, d) menjamin stabilitas harga output (harga hasil pertanian) dan pemerintah menjamin pasar hasil produksi  petani di Kecamatan Lintong Nihutan Kabupaten Humbang Hasundutan.


Keywords


pertanian integrasi, petani, padi sawah

Full Text:

PDF

References


Agus, C. 2006. Integrated Farming System In Agricultural Training, Research and Development Centre (ATRDC) UGM. Proceeding of International Seminar on Agroforestry. Jogyakarta. INAFE and UGM.

Boix, R, L and Zinck A, J. 2008. Land-Use Planning in the Chaco Plain (Burruyacu´ , Argentina). Part 1: Evaluating Land-Use Options to Support Crop Diversification in an Agricultural Frontier Area Using Physical Land Evaluation. Journal Springer.

BPS, Kabupaten Humbang Hasundutan Dalam Angka 2014. Doloksanggul.

BPS, Kecamatan Lintong Nihuta Dalam Angka 2013. Lintong Nihuta.

BPS, Propinsi Sumatera Utara Dalam Angka 2013. Medan.

Diabel, W, M, Maxted T, J, Robertson, M, D, Han, S and Zanden, M.J.V. 2008. Landscape Planning for Agricultural Nonpoint Source Pollution Reduction III: Assessing Phosphorus and Sediment Reduction Potential. Journal Springer.

Geertz, Clifford. 1976. Involusi Pertanian: Proses Perubahan Ekologi di Indonesia. Terjemahan S. Supomo. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.

Nurcholis, M dan Supangkat, G. 2011. Pengembangan Integrated Farming System Untuk Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian. Prosiding. Seminar Nasional Budidaya Pertanian, Urgensi dan Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian. Bengkulu.

Pasandaran, Kasryno, F., E. dan A. M. Fagi. 2005. Ekonomi Jagung Indonesia. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian.

Preston, T.R. 2000. Livestock Production from Local Resources in an Integrated Farming System; a Sustainable Alternative for the Benefit of Small Scale Farmers and the Environment. Workshop-seminar "Making better use of local feed resources" SAREC-UAF.

Riyaningtyas, Dyah Puspita. 2010. Penyuluhan Pertanian di Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo. Laporan Penelitian. Fakultas Pertanian. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Salikin, Karwan. A. 2003. Sistem Pertanian Berkelanjutan. Yogyakarta: Kanisius.

Samuelson, P.A., W.D. Nordhaus. 1992. Ekonomi. Edisi Keduabelas. Jilid 1. Diterjemahkan oleh A. Jaka Wasana. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Soediyono, Reksoprayitno. 1992. Ekonomi Makro; Analisa IS-LM dan Permintaan Penawaran Agregat. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Penerbit Liberty.

Soetriono, Anik, S., Rijanto. 2006. Pengantar Ilmu Pertanian. Malang: Bayumedia Publishing.

Supangkat, G. 2009. Sistem Usaha Tani Terpadu, Keunggulan dan Pengembangannya. Workshop Pengembangan Sistem Pertanian Terpadu. Yogyakarta: Dinas Pertanian Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Suprodjo, S.W. 2009. Konservasi Ekosistem. Program Studi Ilmu Lingkungan.Yogyakarta: Fakultas Geografi Univeritas Gajah Mada.

Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik. Permasyarakatan dan Pengembangannya. Yogyakarta. Penerbit Kanisius.

Ugwumba, C.O.A, Okoh, R.N, Ike, P. C, Nuabuife, E.L.C, and Orji, E.C. 2010. Integrated Farming System and Its Effect on Farm Cash Income in Awka South Agriculatural Zone of Anabra State Nigeria. American-Eurasian Journal Agricultural and Environt Science. Vol 8 (1).

William L. Collier. 1996. Pendekatan Baru dalam Pembangunan Pedesaan di Jawa. Jakarta:Yayasan Obor Indonesia

Yupita. 2010. Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Kelapa Sawit di Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak. Laporan Penelitian. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.29103/ag.v1i2.761

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.