Rabu Nehah (Studi Etnografi tentang Larangan Turun Kesawan pada Masyarakat Gampong Paloh Kayee Kunyet Kecamatan Nisam)

Rahmatul Maulida

Abstract


Artikel ini berdasarkan penelitian yang dilakukan di Kecamatan Nisam khususnya di Gampong Paloh Kayee Kunyet dengan melihat larangan turun kesawah pada hari rabu di akhir bulan di masyarakat Gampong Paloh Kayee Kunyet. Tradisi Rabu Nehah masih tetap dijalankan oleh masyarakatnya walaupun masyarakat lain sudah tidak menjalankan tradisi ini, sehingga menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji lebih mendalam. Artikel ini dilakukan di gampong Paloh Kayee Kunyet Kecamatan Nisam dengan judul “Rabu Nehah”. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif data dikumpulkan melalui wawancara dengan narasumber  Kuejrun Blang. Hasil artikel dapat disimpulkan bahwa tradisi adalah sesuatu yang tidak bisa dihilangkan dari masyarakat. Mengingat tradisi tersebut merupakan kegiatan yang telah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Gampong Paloh Kayee Kunyet dari dahulu hingga saat ini. Rabu Nehah adalah tradisi yang masih di jalankan oleh masyarakat Gampong Paloh Kayee Kunyet hingga saat ini pada setiap hari rabu di akhir bulan masyarakat Gampong Paloh Kayee Kunyet dilarang untuk beraktivitas turun kesawah seperti menabur benih, membuka lahan, menanam padi dan semuahal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan sawah terkecuali mereka yang memanen padidiperbolehkan untukturun kesawah. Tujuan dibuatnyarabu nehah ini adalah untuk menolak bala, sehingga masyarakat dapat terhinggar dari segala  sesuatu yang tidak diinginkan sesuai dengan wawancara penulis dengan beberapa masyarakat di Gampong Paloh Kayee Kunyet.    


Full Text:

PDF

References


Buku

Danandjaja, James, 1991. Folklor Indonesia.Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Dove, 1985. Manusia Kebudayaan Indonesia dalam Modernisasi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Fasya, Teuku Kemal, 2006. Kata & Luka Kebudayaan: Isu-isu Gerakan & Pengetahaun Kontemporen. Medan: USU Press.

Hamidi, 2007. Metode Penelitian dan Teori Komunikasi. Malang: Universitas Muhammadiyah.

Haviland, William A., 1985. Antropologi Jilid II Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga.

Keesing, Roger M., 1992. Antropologi Budaya Komtemporer. Jakarta: Erlangga.

Koentjaranigrat, 2009. Pengantar Antropologi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

____________, 1987. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: UI Press.

____________, 2007. Sejarah Teori Antropologi II. Jakarta: UI Press.

Moleong, Lexy J., 2005. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

______________, 2001. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Deddy dan Jalaluddin Rakhmat, 2005. Komunikasi Antar Budaya Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Pals, Daniel L., 2012. Seven Theories of Religion. Jogjakarta: IRCiSoD.

Peursen, C. a. Van., 1976. Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: Yayasan Kanisius.

Ratna, Nyoman Khuta, 2007. Estetika Sastra dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Scott, James C., 1989. Moral Ekonomi Petani Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara. Jakarta: LP3ES.

Setiadi, Elly M, dkk, 2006. Iimu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Spradley, James P., 2006. Metode Etnografi, terj. Misbah Ulfa Eizabeth. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Syam, Nur, 2007. Madzhab-Madzhab Antropologi. Yogyakarta: Lkis Printing Cermelang.

Winarto, Yunita T., 2006. Tantangan Masa Depan Pertanian Indonesia. Jurnal Analisis Sosial.

Skripsi dan Tesis

Asra, Almachdy. 2015. Khanduri Blang dan Khanduri Adam dalam Ritual Pertanian: Studi Etnografi di Gampong Tanjong Tgk Kari dan Gampong Parang Sikureung Kabupaten Aceh Utara. Lhokseumawe: Unimal Press.

Ara, Bastian. 2013. Pemanfaatan Tumbuhan sebagai Obat Tradisional oleh Masyarakat Suku Maybrat Di Kampung Sire Distrik Mare Selatan Kabupaten Maybrat. Manokwari: Universitas Negeri Papua Manokwari Press.

Hamranani, Gandes. 2014. Analisis Potensi Lahan Pertanian Sawah Berdasarkan Indeks Potensi Lahan (IPL) di Kabupaten Wonosobo. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta Press.

Irnawati. 2014. Tradisi Adat Peutreun Aneuk: Studi Kasus di Gampong Sawang Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara. Lhokseumawe: Unimal Perss.

Internet dan Artikel

Fauzi, Imron. 2009. Membaca Nalar Studi Agama Sakral dan Profan Karya MerciaAliade.http://imronfauzi.wordpress.com/2009/07/16/membaca-nalar-studi-agama-sakral-dan -profan-karya-mercia-eliade/ (14 Februari 2017).

https://ambar76.files.wordpress.com/2012/02/etnografi.pdf. h, 4 (18 September 2017




DOI: https://doi.org/10.29103/aaj.v1i1.360

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Aceh Anthropological Journal

<a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/"><img alt="Creative Commons License" style="border-width:0" src="https://i.creativecommons.org/l/by/4.0/88x31.png" /></a><br />This work is licensed under a <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a>.