KETIKA KESAKRALAN SITUS PURBAKALA MULAI PUDAR (Studi Antropologi Budaya Terhadap Keberadaan Arca Antromorfis Bagi Masyarakat Pakpak Desa Mahala Kecamatan Tinada Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara)

Lasmayanti Siketeng

Abstract


Artikel ini melihat Kesakralan Situs Purbakala yang Mulai Pudar, Studi Antropologi Budaya Terhadap Keberadaan Mejan di Desa Mahala Kecamatan Tinada Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara. Mejan adalah istilah yang menyatakan patung batu dalam bahasa Pakpak yang berbentuk manusia sedang menunggang gajah atau kuda pada umumnya digunakan sebagai objek berhala dan merupakan simbol kepahlawanan dan benteng pertahanan bagi masyarakat Pakpak. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif, data yang digunakan seperti, observasi, wawancara. Observasi dilakukan untuk melihat situs purbakala dan aktivitas masyarakat di Desa Mahala. Tehnik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis interaktif dengan tahapan dimulai dari pemilihan masalah, pengumpulan data, menganalisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkaan bahwa ada beberapa hal yang menyebabakan terjadinya pergeseran pemahaman masyarakat terhadap situs purbakala seperti mejan saat ini. Pertama, masyarakat telah menyakini agama-agama besar yang telah diakui oleh Negara sehingga kepercayaan terhadap mejan hilang. Kedua, masyarakat telah memahami peraturan hokum yang berlaku di masyarakat. Ketiga, memudarnya pemahaman masyarakat terhadap mejan terkiks oleh kemajuan zaman yang semakin tahun semakin modern. Seiring berjalannya waktu dan kemajuan zaman fungsi mejan mulai berubah, mejan hanya menjadi benda-benda peninggalan yang bersejarah bagi masyarakat.

Full Text:

PDF

References


Berutu, Lister, Dkk. 2013. Sejarah Berdirinya Kabupaten Pakpak Bharat, Medan: Grasindo Monoratama

Bustanuddin, Agus. 2006. Agama Dalam Kehidupan Manusia: Pengantar Antropologi Agama, Jakarta: Raja Grafindo Persada

Daeng, Hans J. 2008. Manusia, Kebudayaan Dan Lingkungan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Gultom, Ibrahim. 2010. Agama Malim Di Tanah Batak, Jakarta: Bumi Aksara

Koentjaraningrat. 1987. Sejarah Antropologi I. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia

. 2002. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : PT Renika Cipta

Maibang, Ringgas 2009. Mengenal Ethnis Pakpak Lebih Dekat. Medan : tanpa penerbit

Makmur, Mariana, Dkk. 2002. Aspek-Aspek Kultural Etnis Pakpak Suatu Eksplorasi Tentang Potensi Lokal. Medan : Monora

Maryaeni. 2008. Metode Penelitian Kebudayaan. Jakarta : PT Bumi Aksara

Moleong, Lexy J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Pals L, Daniel. 2012. Seven Theories Of Religion. Jogjakarta: IRCiSoD

Sanafiah,Faisal. 1999. Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif. Jakarta : Raja Grafindo Persada

Saifuddin, Achmad Fedyani. 2005. Antropologi Kontemporer Suatu Pengantar Krisis Mengenai Paradigma. Jakarta: Kencana

Spradley, James P. 2006. Metode ethografi. Yogyakarta: Tiara Wacana

Wahyudhi. 2002. Ethnis Pakpak Dalam Fenomena Pemekaran Wilayah Mempertanyakan Partisipasi Politik Perempuan Dalam Masyarakat. Sidikalang : The Asia Foundation & Yayasan Sada Ahmo

Jurnal Dan Skripsi

Skripsi. Saut banuera. 2014. Analisis bentuk dan fungsi patung mejan pada suku pakpak di kabupaten pakpak bharat.

http://ejournal.unicen.ac.id/index.php/JIS/article/download/263/244

http://text.123dok.com/document/1990-fungsi-patung-ojizo-dalam-masyarakat-jepang.htm

http://text.123dok.com/document/43168-pandangan-masyarakat-okinawa-terhadap-patung-shisa.htm

perencanaan/rpjmd/item/download/16_d71ef937849b8b75b2750d593f570c95




DOI: https://doi.org/10.29103/aaj.v1i1.359

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Aceh Anthropological Journal

<a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/"><img alt="Creative Commons License" style="border-width:0" src="https://i.creativecommons.org/l/by/4.0/88x31.png" /></a><br />This work is licensed under a <a rel="license" href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a>.